• Jelajahi

    Copyright © Tempo Daily
    Best Viral Premium Blogger Templates
    Popup Iklan Slider
    Banner Iklan

    monetag multi

    copas

    Iklan

    Komunitas KIMO Bantu Sem Kristian, Bocah Kelas 6 SD yang Harus Bekerja Demi Keluarga

    Minggu, 16 Maret 2025, Maret 16, 2025 WIB Last Updated 2025-03-18T13:46:14Z

     

    Gunungsitoli / tempodaily.com – Komunitas Kita Muda dan Optimis (KIMO) melakukan aksi sosial dengan mengunjungi rumah Sem Kristian Luahambowo, seorang anak kelas 6 SD yang hidup dalam keterbatasan ekonomi di Desa Sifalaete, Gunungsitoli. 15/03/2025


    Kunjungan ini dilakukan setelah komunitas menerima informasi tentang kondisi Sem yang harus bekerja untuk membantu orang tuanya.  Ketua KIMO, Evan Waruwu, bersama beberapa anggota komunitas turun langsung untuk melihat kondisi keluarga Sem. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda sosial KIMO setelah pembagian takjil di bulan Ramadan.  


    Keluarga Sem tinggal di kos-kosan sederhana di Gunungsitoli. Ruangan yang sempit menjadi tempat berteduh mereka sehari-hari, tidak ada perabotan mewah, hanya ada kasur tipis tempat ayahnya terbaring dan beberapa peralatan memasak sederhana.  


    Ayah Sem mengalami kelumpuhan total selama bertahun-tahun. Ia tidak bisa duduk, tidak bisa berjalan, dan hanya bisa berbaring dalam posisi telungkup di tempat tidur. Untuk makan, minum, dan kebutuhan lainnya, ia sepenuhnya bergantung pada istri dan anaknya.  


    Di sisi lain, ibu Sem juga mengalami cacat pada kaki sebelah kiri. Ia harus berjalan menggunakan dua tongkat karena tidak mampu menopang tubuhnya dengan normal. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tetap berusaha mencari nafkah dengan menjahit pakaian sobek dari warga sekitar. Namun, penghasilannya sangat kecil dan sering kali hanya cukup untuk membeli nasi untuk satu kali makan.  

    Komunitas KIMO Bantu Sem Kristian, Bocah Kelas 6 SD yang Harus Bekerja Demi Keluarga

    Dengan kondisi orang tuanya yang tidak bisa bekerja, Sem harus turun tangan membantu ekonomi keluarga sejak kecil. Setiap hari setelah pulang sekolah, ia bekerja membersihkan halaman rumah warga dengan harapan mendapat sedikit uang untuk membeli makanan.  


    Ia terbiasa membawa sapu lidi dan karung bekas untuk mengumpulkan daun kering dan sampah dari pekarangan rumah-rumah warga. Jika pemilik rumah berbaik hati, ia akan diberikan upah lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah. Namun, ada kalanya ia tidak mendapat apa-apa dan harus pulang dengan tangan kosong.

    Meski harus bekerja, Sem tetap bersekolah di kelas 6 SD dan bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  


    Dalam kunjungannya, Komunitas KIMO menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk meringankan beban keluarga Sem. Bantuan ini diberikan atas dukungan dari Dr. (HC) H. Yusman Dawolo, M.Com.I, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial.  


    Saat menerima bantuan, ibu Sem tidak mampu menahan air matanya. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KIMO dan Bapak Yusman Dawolo atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya.  


    Sem juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia berjanji akan tetap bersekolah dan bekerja keras untuk masa depannya.  


    Ketua KIMO, Evan Waruwu, menyatakan bahwa komunitasnya akan terus mendukung Sem agar bisa tetap bersekolah. Ia menegaskan bahwa KIMO berkomitmen untuk membantu anak-anak seperti Sem agar tidak kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.  


    Sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, Komunitas KIMO menggalang dana untuk Sem melalui platform Atapkita.com. Donasi ini bertujuan untuk membantu biaya sekolah Sem serta memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.  


    Bantu Sem Luahambowo Untuk Melanjutkan Pendidikan

    Sem seorang anak yang masih berusia 11 Tahun. Mari membantu dia untuk melanjutkan pendidikannya.

    Donasi Sekarang
    Saat ini, Komunitas Kimo melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya pendidikan, membeli perlengkapan sekolah, dan memenuhi kebutuhan pokok keluarga Sem.  


    Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat berdonasi melalui Atapkita.com. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Sem bisa terus bersekolah dan mengubah nasib keluarganya di masa depan.


    (timred_vn)

    Komentar

    Tampilkan